Hasil pengukuran efisiensi inverter PLTS terkadang berubah-ubah, bahkan bisa menunjukkan angka di atas 100%. Sebelum menyimpulkan bahwa performa inverter bermasalah, ada hal yang perlu diperiksa: bagaimana daya input DC dan daya output AC diukur?
Efisiensi inverter dihitung dengan membandingkan daya AC yang dihasilkan dengan daya DC yang masuk. Agar perbandingan ini representatif, kedua sisi perlu diukur pada kondisi operasi yang sebanding.
Masalah bisa muncul ketika pengukuran DC dan AC dilakukan secara bergantian. Iradiasi matahari dapat berubah saat awan melintas, sementara sistem MPPT menyesuaikan titik operasinya mengikuti kondisi panel surya. Akibatnya, nilai daya DC yang dicatat pada satu waktu belum tentu menggambarkan kondisi saat daya AC diukur. Perbedaan kondisi ini dapat membuat hasil perhitungan efisiensi kurang representatif.

Banyak Jalur MPPT, Banyak Titik Ukur
Inverter PLTS modern dapat memiliki beberapa jalur input MPPT (Maximum Power Point Tracking). Setiap jalur membantu inverter mengoptimalkan daya dari susunan panel surya yang terhubung kepadanya.
Karena itu, pengukuran hanya pada satu atau sebagian jalur DC belum tentu menggambarkan total daya input inverter. Titik ukur dan jumlah channel perlu disesuaikan dengan arsitektur sistem.
Pada sistem hybrid, jalur konversi baterai juga perlu diperhitungkan apabila termasuk dalam lingkup pengujian. Konfigurasi ini perlu dibedakan dari jalur input PV/MPPT agar perhitungan daya sesuai dengan sistem yang sedang dievaluasi.

Pengukuran DC dan AC Secara Simultan
Salah satu cara untuk memperoleh perbandingan yang lebih representatif adalah merekam daya DC dan AC secara simultan. Dengan begitu, data dari kedua sisi dapat dibandingkan pada kondisi operasi yang sama, tanpa bergantung pada dua pengukuran bergantian.
HIOKI PW8001 dapat digunakan untuk pengukuran daya multi-channel. Dengan input unit U7001 dan sensor arus yang sesuai, konfigurasi pengukuran dapat disusun untuk memantau beberapa titik pada sisi DC dan AC secara simultan.
Untuk kebutuhan pengukuran tegangan tinggi hingga 5.000 V, VT1005 dapat digunakan bersama power analyzer yang kompatibel sesuai spesifikasi dan kategori pengukuran yang berlaku. Pemilihan konfigurasi tetap perlu mempertimbangkan tegangan sistem, titik ukur, sensor arus, serta kebutuhan bandwidth pengukuran.

Bagaimana Jika Jumlah Channel Tidak Cukup?
Pada PLTS skala utilitas, jumlah jalur input dan titik ukur dapat membuat kebutuhan channel menjadi lebih besar. PW8001 mendukung hingga delapan channel daya dalam satu unit. Untuk aplikasi yang membutuhkan lebih banyak channel, dua PW8001 dapat disinkronkan menggunakan optical link sehingga pengukuran hingga 16 channel dapat dilakukan secara serentak.

Konfigurasi ini dapat membantu pengujian sistem dengan banyak titik ukur. Namun, jumlah channel yang diperlukan tetap bergantung pada arsitektur inverter dan lingkup pengujian yang ingin dilakukan.

Tertarik dengan HIOKI PW8001? Siapkan Data Sistem Sebelum Menentukan Konfigurasi
Sebelum menentukan konfigurasi alat ukur, siapkan dua informasi utama:
- Diagram sistem dan jumlah jalur input PV/MPPT, termasuk jalur konversi baterai jika pengujian mencakup sistem hybrid.
- Single-line diagram PLTS, untuk membantu mengidentifikasi titik ukur pada sisi DC dan AC.
Informasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan jumlah channel, input unit, sensor arus, serta aksesori yang sesuai dengan kebutuhan pengukuran.
Tim PT Metro Instrumen Abadi siap membantu mendiskusikan konfigurasi HIOKI PW8001, U7001, VT1005, dan sensor yang sesuai dengan sistem serta tujuan pengujian Anda.