Pada line mesin produksi, satu panel bisa menampung beberapa inverter untuk menggerakkan motor yang berbeda. Misalnya, motor roller, pompa, dan konveyor. Saat mesin beroperasi, beberapa inverter dapat bekerja secara bersamaan. Arus bocor dari masing-masing drive perlu ikut diperhitungkan.
Arus bocor pada inverter dapat muncul melalui filter EMC dan kapasitansi antara kabel motor dengan ground. Ketika inverter melakukan switching, perubahan tegangan yang cepat dapat menimbulkan arus melalui kapasitansi tersebut menuju protective earth (PE).
Besarnya arus bocor tidak selalu sama. Panjang kabel motor, konfigurasi inverter, filter yang digunakan, dan sistem grounding ikut memengaruhi nilainya.

Akumulasi Arus Bocor Dapat Memicu RCD
Jika beberapa inverter bekerja bersamaan dalam satu instalasi mesin produksi, arus bocor dari masing-masing drive dapat terakumulasi. Akibatnya, total residual current yang terdeteksi RCD bisa meningkat.
Jika nilainya mencapai karakteristik operasi RCD, proteksi dapat trip meskipun tidak ditemukan kerusakan isolasi pada kabel atau komponen.
Jika mesin sering mengalami gangguan intermiten yang belum diketahui penyebabnya, arus bocor pada instalasi juga perlu diperiksa. Pengukuran saat mesin beroperasi dapat membantu teknisi mengetahui nilai arus bocor dan menentukan bagian instalasi yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Mengukur Arus Bocor pada Panel yang Padat
Saat melakukan pemeriksaan pada panel mesin produksi, teknisi sering harus bekerja di antara inverter, circuit breaker, terminal, dan kabel yang saling berdekatan. Ukuran clamp meter menjadi salah satu pertimbangan, terutama ketika ruang untuk menjepit konduktor sempit.
HIOKI CM4001 merupakan AC leakage clamp meter dengan metode pengukuran True RMS. Jaw berdiameter φ24 mm dengan desain ramping membantu teknisi melakukan pengukuran pada area panel yang sulit dijangkau. HIOKI CM4001 memiliki rentang spesifikasi akurasi mulai dari 0,60 mA hingga 600 A.
CM4001 juga dilengkapi filter dengan karakteristik -3 dB pada 180 Hz ±30 Hz untuk membatasi komponen frekuensi yang lebih tinggi. Perlu diperhatikan, ketika filter digunakan, nilai yang ditampilkan dapat lebih rendah dibandingkan arus aktual. Oleh karena itu, penggunaan filter perlu disesuaikan dengan tujuan pengukuran.

Memantau Perubahan Arus Bocor Saat Mesin Beroperasi
Pemeriksaan arus bocor bisa dilakukan saat mesin sedang beroperasi, tidak perlu menunggu sampai RCD trip. Teknisi dapat mengukur arus bocor pada kondisi mesin berjalan normal, lalu menjadikannya sebagai acuan untuk pemeriksaan berikutnya.
Jika hasil pengukuran berikutnya menunjukkan kenaikan, teknisi dapat memeriksa lebih lanjut bagian instalasi yang berkaitan, seperti inverter, kabel motor, filter EMC, dan grounding.
HIOKI CM4001 memiliki fungsi comparator yang memungkinkan teknisi menetapkan batas nilai pengukuran. Jika hasil pengukuran melewati batas tersebut, buzzer dan warning backlight akan memberikan peringatan.
Dengan cara ini, teknisi dapat mengetahui perubahan arus bocor dan menindaklanjutinya sebelum RCD mengalami trip.
Butuh HIOKI CM4001 dengan harga bersahabat? Hubungi tim PT Metro Instrumen Abadi.